Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

biologi sel

UJIAN TENGAH SEMESTER
BIOLOGI SEL
Untuk memenuhi salah satu tugas dalam menempuh mata kuliah Biologi Sel dengan dosen pengampu Drs. Anak Agung Oka, M.Pd. dan Mustofa khoiri, M.Si.



OLEH

NAMA : SUKMANAH CHOMSUN
NPM : 09321243
Pendidikan Biologi B

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2011

Soal
1. A. Jelaskan struktur virus secara umum !
Jawab :

Pada umunya struktur tubuh virus tersusun atas asam nukleat dan kapsid.Asam nuklead terdiri atas deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat (DNA) dan RNA.Adanaya asam nukleat inilah yang menjadi ciri bahwa virus dapat dikategorikan sebagai makhluk hidup.Kapsid merupakan selubung protein yang membungkus asam nukleat.Kapsid tersusun atas beribu - ribu molekul protein yang disebut kapsomer.Kapsomer mempunyai bentuk bermacam - macam dan menentukan bentuk luar dari virus itu sendiri. Kapsid bersamaan dengan asam nukleat yang membungkusnya disebut nukleupsid.Pada virus tertentu, nukleokapsid dbungkus lagi oleh selubung tambahan yang mengandung protein, glikoprotein dan juga lipida. Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.
B. Tuliskan fakta virus termasuk suatu yang hidup, demikian juga fakta yang mengatakan bahwa virus adalah benda tak hidup!
Jawab :
a. Fakta virus termasuk suatu yang hidup :
Virus merupakan mahluk hidup yang paling sederhana baik struktur maupun susunan kimianya. Berikut ciri-ciri virus :
1) Virus berukuran sangat kecil sekitar 20 – 300 milimikron.
2) Virus dapat berkembang biak, dalam proses reproduksinya, hanya diperlukan asam nukleat.
3) Virus dapat bergerak atau berpindah tempat.
4) Mendapatkan dan menggunakan energi
5) Tumbuh, berkembang, dan mati
6) Menanggapi lingkungan
b. Fakta virus adalah benda mati :
1) Bersifat ASELULER (tidak mempunyai sel)
2) Dalam tubuh virus terkandung salah satu asam nukleat, DNA atau RNA saja.
3) Dapat dikristalkan (sebagai benda tak hidup) dan dapat dicairkan
4) Mampu hidup di sel atau mahluk hidup lainnya.
A. Jelaskan bagaimana virus dapat berkembangbiak ?
Jawab :

Gambar reproduksi virus
REPRODUKSI VIRUS
Dibedakan melalui dua cara:
1. LITIK
2. LISOGENIK
Litik :
Langkah-langkah:
1. Absorbsi dan infeksi
2. Replikasi dan sintesis
3. Lisis
Litik mengakibatkan sel Inang hancur
Infeksi secara Litik ;
a. Absorbsi, fag melekat pada bagian tertentu dari dinding sel bakteri. Daerah perlekatan tersebut disebut receptor site.
b. Penetrasi/Infeksi, dengan menggunakan enzim lizozim, bakteriofag merusak dinding sel bakteri. Setelah dinding sel bakteri terhidrolisis, maka DNA fag masuk ke dalam sel bakteri.
c. Replikasi dan Sintesis, fag merusak DNA bakteri dan menggunakannya sebagai bahan replikasi dan sintesis. Pada tahap Replikasi: fag menyusun dan memperbanyak DNA-nya. Pada tahap Sintesis: fag menyusun selubung-selubung protein yang baru (kapsid).
d. Perakitan, fag menyusun bentuk fag baru sebagai bentuk yang legkap (molekul DNA dan kapsid)
e. Lisis/Pembebasan, fag menjadi dewasa dan sel bakteri akan lisis, fag yang baru akan keluar dan proses melalui siklus litik ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Lisogenik :
Langkah-langkah:
1. Absorbsi dan infeksi
2. Penggabungan
3. Pembelahan
Lisogenik mengakibatkan sel Inang tidak hancur


Infeksi secara Lisogenik ;
a. Dibanding dengan fase Litik, proses awalnya sama seperti fase Litik, yaitu: Absorbsi – Penetrasi/Infeksi.
b. Perbedaannya teletak pada fase Penggabungan: DNA virus bergabung dengan DNA bakteri membentuk profag, dan sebagian besar berada pada posisi tidak aktif
c. Fase Replikasi: saat profag bereplikasi, maka DNA fag juga bereplikasi. Saat bakteri membelah diri, maka DNA fag (di dalam profag) juga ikut membelah diri.
d. Bakteri lisogenik, dapat diinduksi untuk mengaktifkan profag-nya. Pengaktifan ini menyebabkan terjadinya siklus litik.

2. A. Tuliskan perbedaan sel prokariotik dan eukariotik, serta contohnya !
Jawab :

Gambar sel eukariotik dan prokariotik
Sel Prokariotik. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani, pro yang berarti “sebelum” dan karyon yang artinya “kernel” atau juga disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus atau inti sel yang primitif. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya, sehingga bahan inti berbatasan langsung dengan sitoplasma.Contoh dari mahluk hidup yang bersel prokariotik yaitu bakteri dan alga hijau biru.
Sedangkan sel eukariotik, eu berarti “sebenarnya”dan karyon berarti nukleus. Eukariotik mengandung pengertian memiliki nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus, inti sel jelas. Inti dibatasi dengan membran inti sehingga bahan inti terdapat di dalam inti sel. Mahluk hidup yang bersel eukariotik yaitu; protista, tumbuhan, jamur dan hewan.
B. Secara umum sel hewan dan sel tumbuhan mempunyai struktur yang sama, akan tetapi ada beberapa hal yang dapat membedakan keduanya. Tuliskan perbedaannya !
Jawab :

Gambar sel hewan Gambar sel tumbuhan
Sel hewan Sel tumbuhan
Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan. Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.
Tidak mempunyai bentuk yang tetap. Mempunyai bentuk yang tetap.
Tidak mempunyai dinding sel [cell wall].
Mempunyai dinding sel [cell wall] dari selulosa.

Tidak mempunyai plastida.
Mempunyai plastida.

Tidak mempunyai vakuola [vacuole], walaupun terkadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Yang biasa dimiliki hewan adalah vesikel atau [vesicle].
Mempunyai vakuola [vacuole] atau rongga sel yang besar.

Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) glikogen.
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) pati.

Mempunyai sentrosom [centrosome].
Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome].

Memiliki lisosom [lysosome].
Tidak memiliki lisosom [lysosome].

Nukleus lebih besar daripada vesikel. Nukleus lebih kecil daripada vakuola.
Secara umum, perbedaan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:
Hewan Tumbuhan
Terdapat sentriol Tidak ada sentriol
Tidak ada pembentukan dinding sel Terdapat sitokinesis dan pembentukan dinding sel
Ada kutub animal dan vegetal Tidak ada perbedaan kutub embriogenik, yang ada semacam epigeal dan hipogeal
Jaringan sel hewan bergerak menjadi bentuk yang berbeda Jaringan sel tumbuhan tumbuh menjadi bentuk yang berbeda
Terdapat proses gastrulasi Terdapat proses histodifferensiasi
Tidak terdapat jaringan embrionik seumur hidup Meristem sebagai jaringan embrionik seumur hidup
Terdapat batasan pertumbuhan (ukuran tubuh) Tidak ada batasan pertumbuhan, kecuali kemampuan akar dalam hal menopang berat tubuh bagian atas
Apoptosis untuk perkembangan jaringan, melibatkan mitokondria dan caspase Tidak ada “Apoptosis”, yang ada lebih ke arah proteksi diri, tidak melibatkan mitokondria

3. a) Tuliskan sifat fisik dan sifat kimia protoplasma sel !
Jawab :
Susunan kimia protoplasma, persentase unsur yang terdapat dalam protoplasma yaitu ;
Unsur Persentase
Oksigen ( O ) 76 %
Karbon ( C ) 10,5 %
Hidrogen ( H ) 10 %
Nitrogen ( N ) 2,5 %
Kalium ( K ) 0,3 %
Fospor ( F ) 0,3 %
Sulfur ( S ) 0,2 %
Clor ( Cl ) 0,1 %
Natrium ( Na ) 0,05 %
Kalsium ( Ca ) 0,02 %
Magnesium ( Mg) 0,02 %
Ferrum ( Fe ) 0,01 %
Senyawa anorganik dalam protoplasma yaitu ;
a. Air, garam, dan ion-ion mineral
Pada setiap sel, kecuali sel pada biji, tulang, dan email, air merupakan komponen terbesar. Air di dalam sel berfungsi sebagai pelarut ion dan substansi lain.Air juga berfungsi untuk reaksi enzimatik dan dapat terbentuk dari proses metabolisme. Sedangkan garam-garam yang mengalami ionisasi menjadi ion, misalnya kation K+ dan Na+, serta anion Cl-, berfungsi untuk mempertahankan tekanan osmotik dan keseimbangan asam basa dalam sel.
b. Senyawa organik yang berbentuk gas
Gas yang terdapat pada protoplasma berbentuk larutan. Misalnya gas oksigen ( O2), nitrogen ( N2 ), dan gas asam arang ( CO2). Gas O2 pada suhu 250C dan tekanan/ atmosfir pada air murni dapat larut 2,83 ml O2/100 ml air.Kelarutan gas CO2 dalam air agak lain. Beberapa molekul gas CO yang larut dapat bereaksi dengan air.
CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3

c. Asam dan Basa
Asam dan basa anorganik yang terdapat pada protoplasma. Misalnya asam klorida ( HCl) dan basa kalium hidroksida ( KOH ).
Senyawa organik yang terdapat pada protoplasma yaitu ;
a. Protein
Protein merupakan komponen terbesar dari sel dan merupakan polimer dari asam amino yang saling berikatan dengan ikatan peptida. Terdapat 20 macam asam amino penyusun protein. Protein tersusun dari karbo, hidrogen, oksigen, dan nitrogen, kadang-kadang juga sulfur. Fungsi protein diantaranya : sebagai penyusun sel, untuk proses fisiologis dalam sel, protein yang berupa enzim bertindak sebagai katalisator berbagai reaksi kimia, dan berperan dalam gerakan dalam sel. Beberapa fungsi protein membrane adalah (Campbell et al., 2000): Protein yang membentang membrane memberikan suatu saluran hidofilik melintasi membrane yang bersifat selektif untuk zat terlarut tertentu. Hidrolisis ATP dilakukan oleh beberapa protein transport untuk memompa bahan melintasi membrane secara aktif.Protein yang berada di dalam membrane mungkin berupa enzim dengan sisi aktifnya yang dipaparkan ke zat-zat pada larutan sebelahnya.
Protein membran mungkin memiliki tempat pengikatan dengan bentuk spesifik yang sesuai dengan bentuk-bentuk mesenjer kimiawi, seperti hormone. Sinyal dapat menyebabkan perubahan konformasi protein yang menyalurkan pesan ke bagian dalam sel. Protein membran dari sel-sel bersebelahan mungkin dikaitkan bersama-sama dalam berbagai bentuk junction. Beberapa glikoprotein berfungsi sebagai label identifikasi yang secara khusus dikenali oleh sel lain.
b. Lipid
Lipid merupakan senyawa yang bersifat hidrofobik dan larut dalam pelarut organik. Dalam sel terdapat bermacam-macam lipid yang penting, diantaranya fosfolipid, glikolipid, lemak, dan steroid.Keenceran lapis ganda lipid ditentukan oleh komposisinya yaitu asam lemak dan kolesterol. Semakin banyak kandungan asam lemak tak jenuh, menyebabkan lapisan lipida makin encer.
c. Karbohidrat
Karbohidrat tersusun atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat merupakan sumber energi dan komponen penting untuk dinding sel. Pada membran sel eukariota, selalu terdapat karbohidrat meskipun hanya 2-10 persen.Adanya karbohidrat berpengaruh terhadap fungsi membran. Oligoskarida pada membran dapat berfungsi sebagai penanda suatu sel karena antara jenis sel yang satu dengan yang lain jenis oligosakaridanya berbeda. Misalnya pada sel darah merah yang bergolongan darah A, B, AB, dan O.
d. Asam Nukleat
Asam nukleat adalah makromolekul yang sangat penting untuk kelangsungan hidup sel. Asam terdiri atas dua macam, yaitu Asam deoksiribosa nukleat (DNA) dan asam ribosa nukleat (RNA). DNA merupakan penyimpan informasi genetis dan bersama-sama dengan protein histon membentuk kromosom. Satu asam nukleat merupakan polimer nukleotida yang saling berikatan dengan ikatan fosfodiester. Satu molekul nukleotid tersusun dari sebuah basa nitrogen, gula ribosa atau deoksiribosa, dan gugus fosfat. Basa nitrogen ada dua macam yaitu purin (adenin dan guanin) dan pirimidin (timin/urasil dan sitosin). Selain sebagai asam nukleat, nukleotida berfungsi sebagai menyimpan energi kimia misalnya ATP.
Sifat fisik protoplasma yaitu ;
a. Koloid
Sistem koloid (selanjutnya disingkat "koloid" saja) merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek tyndall. bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak dijumpai pengendapan, misalnya. sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dpat dijumpai sehari-hari. sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.Koloid memiliki bentuk bermacam-macam, tergantung dari fasa zat pendispersi dan zat terdispersinya. beberapa jenis koloid adalah aerosol yang memiliki zat pendispersi berupa gas. aerosol yang memiliki zat terdispersi cair disebut aerosol cair (contoh: kabut) sedangkan yang memiliki zat terdispersi padat disebut aerosol padat (contoh: asap), sol, emulsi, buih dan gel.

b. Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati (gambar kiri) disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid (gambar kanan), cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.


c. Gerak Brown
Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown), sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ). Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, maka gerak Brown semakin lambat.

d. Adsorpsi Koloid
Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2.
Partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas, maka partikel zat cair atau gas akan terakumulasi. Jadi adsorpsi terkait dengan penyerapan partikel pada permukaan zat. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel pendispersi pada permukaanya. Daya adsorpsi partikel koloid tergolong besar Karena partikelnya memberikan sesuatu permukaan yang luas. Sifat ini telah digunakan dalam berbagai proses seperti penjernihan air.

f. Elektroforesis
Partikel koloid sol bermuatan listrik, maka partikel ini akan bergerak dalm medan listrik. Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik disebut elektrofesis.
Femonema elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan partikel koloid.

g. Siklosis
Gerak siklosis, dibedakan menjadi gerak sirkulasi yaitu gerak plasma mengelilingi ruangan sel dari sisi ke sisi lainnya. Dan gerak rotasi, yaitu gerak plasma berputar mengelilingi vakuola.
b) Air merupakan komponen sangat penting dalam protoplasma. Jelaskan fungsi air dalam protoplasma !
Jawab :
Fungsi air dalam protoplasma yaitu ;
1. Sebagai pelarut garam-garam organik dan anorganik
2. Membantu memperlancar ionisasi elektrolit
3. Mempunyai tegangan permukaan yang tinggi
4. Mempunyai keenceran yang tinggi
5. Mempu mengabsorbsi panas yang tinggi
6. Semua proses dalam protoplasma tergantung dengan sifat air
7. Medium proses biologis dalam protoplasma
8. Daya absorbsi dan hantar panas dapat mempertahankan protoplasma dari perubahan suhu yang mendadak ( stabilsator suhu )
9. Media dispersi yang baik untuk sistem koloid pada protoplasma
10. Media transfor untuk memindahkan bahan makanandan bahan yang akan diekskresikan dari sel
11. Media untuk proses metabolisme yang terjadi di dalam sel
c) Salah satu penyusun protoplasma adalah protein. Protein merupakan polipeptida yang disusun oleh asam amino. Ada 2 jenis asam amino yaitu esensial dan non esensial. Jelaskan pengertian keduanya, sertakan pula contohnya !
Jawab :
Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Gugus karboksil ini memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Asam amino pembentuk protein akan saling berikatan dengan ikatan peptida, sehingga dalam satu molekul dipeptida mengandung satu ikatan peptida.
Rumus umum asam amino :

Terdapat 2 jenis asam amino berdasarkan kemampuan tubuh dalam sintesisnya, yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis didalam tubuh, tetapi diperoleh dari luar misalnya melalui makanan. Contoh dari asam amino esensial yaitu lisin, leusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, histidin, triptofan, dan arginin. Asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat disintesis didalam tubuh melalui perombakan senyawa lain. Contoh dari asam amino non esensial yaitu glisin, alanin, asam aspartat, sistein, asam glutamat, glisin, tirosin, prolin, tirosin, dan glutamin .
d) Salah satu senyawa organik pada protoplasma adalah asan nukleat yang merupakan komponen penyusun molekul ADN dan ARN yang mempunyai fungsi berbeda. Selain perbedaan antara ADN dan ARN juga mempunyai persamaan. Tuliskan persamaan dan perbedaan antar ARN dan ADN !
Jawab :
Ada 2 macam asam nukleat yang terkenal; ARN (Asam Ribosa Nukleat) dan ADN (Asam Deoksiribosa Nukleat). Struktur ARN dan ADN merupakan polimer nukleotida. Hasil hidrolisa nukleotida menghasilkan gula (ribosa/ deoksiribosa), basa nitrogen (purin (adenin dan guanin) dan pirimidin (sitosin, timin dan urasil). Persamaan dan Perbedaan Molekul DNA dan RNA
RNA DNA
 Mengandung gula Ribosa
 Mengandung molekul asam fosfat yang menghubungkan gula yang satu dengan gula lainnya.
 Terdiri dari 1 rantai nukleotida
 Molekulnya mengandung 4 macam nukleotida yaitu uridinmonopospat, sitidin monopospat, guanin monopospat dan adenosin monopospat
 Berperan membawa informasi genetik pada sintesa protein
 Terdapat pada nukleolus, nukleoplasma dan sitoplasma  Mengandung gula deoksi Ribosa.
 Mengandung asam Fosfat yang menghubungkan gula yang satu dengan gula lainnya.
 Terdiri dari 2 rantai nukleotida (double helix)
 Molekulnya mengandung 4 macam nukleotida yaitu timin monopospat, deoksisitidin monopospat, deoksiguanosin monopospat dan deoksiadenosin monopospat
 Merupakan material genetik
 Terdapat pada kromosom, nukleoplasma dan mitokondria
4. a. Sebutkan fungsi membran sel !
Jawab :
Membran plasma mempunyai fungsi, sifat, struktur, dan sistem transport yang sangat penting bagi proses hidup suatu sel. Fungsi membran plasma yaitu untuk ;
1. Membungkus sel, membatasi perluasan sel, sebagai filter yang sangat selektif
2. Merupakan alat untuk transport aktif, mengontrol masuknya nutrien dan keluarnya hasil metabolisme
3. Menjaga perbedaan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel
4. Serta sebagai sensor untuk sinyal-sinyal yang terdapat di luar sel.
b. Jelaskan model membran mosaik menurut S. J. Singer dan G. Nicolson !
Jawab :
Model membran menurut S. Singer dan E.Nicolson (1972) menyampaikan teori tentang membrane sel. Teori ini disebut teori membran mozaik cair, yang menjelaskan bahwa membran sel terdiri atas protein yang tersusun seperti mozaik (tersebar) dan masing-masing tersisip di antara dua lapis fosfolipid. Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun secara berlapislapis. Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein. Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol. Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang..
Dalam hal ini protein dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.
1. Protein Ekstrinsik (Perifer)
Protein ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran, yaitu gumpalan protein sebagian menempel pada lapisan lemak.
2. Protein Intrinsik (Integral )
Protein Intrinsik (Integral) Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid. Protein intrinsik bergabung dengan membran dalam penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan molekul protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein. Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat hirofilik disebut dengan glikopolid. Jadi Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya.

Gambar membran mosaic cairan
c. Jelaskan bagaimana mekanisme transport pada membran sel terjadi !
Jawab :
Mekanisme transport pada membran sel. Hubungan antara sel satu dengan yang lain, terutama dalam hal transpor zat-zat untuk proses metabolisme tumbuhan. Zat-zat tersebut keluar masuk sel dengan melewati membran sel. Cara zat melewati membran sel melalui beberapa mekanisme berikut.
1. Transpor Pasif
Transpor pasif merupakan perpindahan zat yang tidak memerlukan energi. Perpindahan zat ini terjadi karena perbedaan konsentrasi antara zat atau larutan. Transpor pasif melalui peristiwa difusi, osmosis, dan difusi terbantu.
a. Difusi
Proses ini merupakan perpindahan molekul larutan berkonsentrasi tinggi menuju larutan berkonsentrasi rendah tanpa melalui selaput membran.




Proses difusi sering terjadi pada tubuh kita. Tanpa kita sadari, tubuh kita selalu melakukan proses ini, yaitu pada saat kita menghirup udara. Ketika menghirup udara, di dalam tubuh akan terjadi pertukaran gas antarsel melalui proses difusi.
b. Osmosis
Untuk memahami tentang osmosis, perhatikan Gambar 1.16! Gambar 1.16 menunjukkan proses osmosis. Air akan berpindah dari A menuju B melalui membran semi permeabel sehingga diperoleh hasil larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua larutan antara A dan B, walaupun hasil akhirnya nanti volume antara A dan B berbeda. Setelah terjadi osmosis, maka gambar prosesnya menjadi seperti berikut.



Dari ilustrasi itu dapat disimpulkan bahwa osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis). Peristiwa osmosis dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain pada penyerapan air melalui bulu-bulu akar, dan mengerutnya sel darah merah yang dimasukkan ke dalam larutan hipertonis.
c. Difusi Terbantu
Proses difusi terbantu difasilitasi oleh suatu protein. Difusi terbantu sangat tergantung pada suatu mekanisme transpor dari membran sel. Difusi terbantu dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari, misalnya pada bakteri Escherichia coliyang diletakkan pada media laktosa. Membran sel bakteri tersebut bersifat impermeabel sehingga tidak dapat dilalui oleh laktosa. Setelah beberapa menit kemudian bakteri akan membentuk enzim dari dalam sel yang disebut permease, yang merupakan suatu protein sel. Enzim permease inilah yang akan membuatkan jalan bagi laktosa sehingga laktosa ini dapat masuk melalui membran sel.
2. Transpor Aktif
Transpor aktif merupakan transpor partikel-partikel melalui membran semipermeabel yang bergerak melawan gradien konsentrasi yang memerlukan energi dalam bentuk ATP. Transpor aktif berjalan dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah ke larutan yang memiliki konsentrasi tinggi, sehingga dapat tercapai keseimbangan di dalam sel. Adanya muatan listrik di dalam dan luar sel dapat mempengaruhi proses ini, misalnya ion K+, Na+dan Cl+. Peristiwa transpor aktif dapat Anda lihat pada peristiwa masuknya glukosa ke dalam sel melewati membran plasma dengan menggunakan energi yang berasal dari ATP.
Contoh lain terjadi pada darah di dalam tubuh kita, yaitu pengangkutan ion kalium (K) dan natrium (Na) yang terjadi antara sel darah merah dan cairan ekstrasel (plasma darah). Kadar ion kalium pada sitoplasma sel darah merah tiga puluh kali lebih besar daripada cairan plasma darah. Tetapi kadar ion natrium plasma darah sebelas kali lebih besar daripada di dalam sel darah merah.
Adanya pengangkutan ion bertujuan agar dapat tercapai keseimbangan kadar ion di dalam sel. Mekanisme transpor ion ini dapat terlihat pada berikut.



Peristiwa transpor aktif dibedakan menjadi dua, yaitu endositosis dan eksositosis.
a. Endositosis
Endositosis merupakan peristiwa pembentukan kantong membran sel.Endositosis terjadi karena ada transfer larutan atau partikel ke dalam sel. Peristiwaendositosis dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1) Pinositosis
Pinositosis merupakan peristiwa masuknya sejumlah kecil medium kultur dengan membentuk lekukan-lekukan membran sel. Peristiwa ini dapat terjadi bila konsentrasi protein dan ion tertentu pada medium sekeliling sel sesuai dengan konsentrasi di dalam sel. Proses pinositosis dapat diamati dengan mikroskop elektron.
Sel-sel yang melakukan proses pinositosis ini antara lain sel darah putih, epitel usus, makrofag hati, dan lain-lain. Tahapan proses pinotosis adalah sebagai berikut.

Keterangan gambar:
1. Molekul-molekul medium kultur mendekati membran sitoplasma.
2. Molekul-molekul mulai melekat (menempel) pada plasma, hal ini terjadi karena adanya konsentrasi yang sesuai antara protein dan ion tertentu pada medium sekeliling sel dengan di dalam sel.
3. Mulai terbentuk invaginasi pada membran sitoplasma.
4. Invaginasi semakin ke dalam sitoplasma.
5. Terbentuk kantong dalam sitoplasma dan saluran pinositik.
6. Kantong mulai lepas dari membran plasma dan membentuk gelembunggelembung kantong.
7. Gelembung-gelembung kantong mulai mempersiapkan diri untuk melakukan fragmentasi.
8. Gelembung pecah menjadi gelembung yang lebih kecil.

2) Fagositosis
Fagositosis merupakan peristiwa yang sama seperti pada pinositosis tetapi terjadi pada benda padat yang ukurannya lebih besar. Fagositosis dapat diamati dengan mikroskop misalnya yang terjadi pada Amoeba. Tahap-tahap fagositosis:



Keterangan gambar:
1. Sebuah sel Amoeba mendekati sel Paramaecium.
2. Amoeba membentuk kaki semu (pseudopodia) dan semakin mendekati Paramaecium.
3. Amoeba mengurung sel Paramaecium dengan kaki semu dan memasukkannya ke dalam vakuola makanan.
4. Lisosom pada Amoeba mulai bergabung (fusi) dengan vakuola makanan untuk mengeluarkan enzim pencernaan.
b. Eksositosis
Eksositosis adalah proses keluarnya suatu zat ke luar sel. Proses ini dapat Anda lihat pada proses kimia yang terjadi dalam tubuh kita, misalnya proses pengeluaran hormon tertentu. Semua proses sekresi dalam tubuh merupakan proses eksositosis. Sel-sel yang mengeluarkan protein akan berkumpul di dalam badan golgi. Kantong yang berisi protein akan bergerak ke arah permukaan sel untuk mengosongkan isinya.
5. a) Apa yang dimaksud dengan sifat sel adalah antigenic. Jelaskan dan berikan contohnya !
Jawab :
Sifat sel adalah antigenic, karena itu jika sel satu spesies dimasukkan pada tubuh spesies lain, penerima sel akan membuat antibodi yang akan berinteraksi secara khusus dengan sel asing tadi. Contohnya pada sel darah putih yaitu apabila ada bakteri, virus atau benda asing masuk ke dalam tubuh maka sel darah putih akan membentuk antibodi dan zat asing akan digumpalkan kemudian dihancurkan sehingga tidak menyerang bagian sel yang lain.







b) Permukaan sel dapat berfungsi sebagai reseptor. Jelaskan mekanisme jalur komunikasi melalui membran !
Jawab :






Proses Mekanisme komunikasi membran
Dalam komunikasi pertama-tama terdapat suatu sinyal yang merupakan “messenger “ pertama berupa partikel khusus atau zat kimia terlarut yang sifatnya sangat spesifik. “ messenger” yang cocok diterima oleh reseptor. Jadi reseptor berfungsi sebagai diskriminator. Fungsi reseptor hanya sebagai diskriminator dalam penggumpalan sel. Fungsi dari reseptor memberi inisiatif terhadap terjadinya respon pada bagian dalam sel. Karena itu reseptor berfungsi ganda yaitu menerima suatu sinyal sebagai informasi ke “ transduser “. Dari transduser informasi diteruskan ke efektor yang ada di tepi sebelah dalam membran sel.

c) Jelaskan tipe hubungan antar sel ( gap junction, desmosom, dan tight junction dengan spesifikasi yang dimiliki tiap-tiap tipe !
Jawab :
Komunikasi dan kontak antar sel dipengaruhi oleh berbagai struktur. Strruktur hubungan antar sel berupa modifikasi membran plasma yang menyebabkan sel itu saling melekat pada posisi tetap. Terdapat 3 tipe hubungan sel yang masing-masing mempunyai fungsi spesifik.
1) Gap junction
Struktur antara sel tipe ini, hubungan antar sel paling umum terdapat pada sistem sel hewan kecuali pada sel-sel otot dan pembuluh darah. Jarak antara kedua membran plasma ± 30 Ao dan tembus oleh saluran halus. Saluran dibangun oleh 6 sub- unit protein pada tiap membran. Diameter saluran kira-kira 30 Ao. Karena ada saluran-saluran ini ( saluran = celah = gap ) terjadi komunikasi antar sel. Melalui saluran itu berbagai molekul dengan BM ( berat molekul ) 1000 dalton ke bawah dapat lewat dari satu sel ke sel yang lain. Badan- badan tersebut misalnya glukosa, asam amino, vitamin, hormon dan lain-lain. Selain itu tipe hubungan sel ini mempunyai fungsi adhesi selluler sehingga sel dapat melekat satu sama lain.

Gambar Gap Juntion
2) Desmosome
Desmosome merupakan tepe hubungan antara sel yang berfungsi untuk melekatkan sel dengan sel lainnya. Salah satu tipe desmosome ialah spot desmosome. Pelekatan antarsel dapat disamakan dengan kancing ( button like ) yang tersebar berhadapan pada permukaan dalam kedua membran plasma yang berhadapan.

Gambar Desmosome
3) Tight junction
Tipe hubungan ini berbeda dengan tipe yang lain, karena merupakan fusi antara bagian tertentu antara dua membran plasma. Tight junction merupakan pencegah ( barrier ) permeabilitas diantara sel pada jaringan epitel dan membatasi ( barrier ) gerak protein integral pada membran plasma.

6. a. Jelaskan perbedaan retikulum endoplasma kasar dan RE halus berdasarkan struktur fungsinya !
Jawab :
 RE kasar di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein.
 RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel.

b. Dilihat dari bentuk RE ditemukan beberapa bentuk, sebutkan dan jelaskan dan apakah ada hubungan bentuk RE dengan fungsi dari RE dalam sel ?
Jawab :
Bentuk –bentuk RE yaitu ;
1. Lamelar
Banyak terdapat pada RE kasar. Terdiri atas susunan sejumlah kantung membran yang pipih. Ribosom pada membran RE berbentuk lemelar tidak merata ( asimetris )
2. Bentuk kantung atau vesikular
Banyak terdapat pada RE halus, berbrntuk seperti kantung tertutup.
3. Bentuk tubular ( pembuluh )
Terutama dimilki oleh RE halus, bentuknya menunjukan sifat yang dinamik dari RE dan mempunyai hubungan erat dengan gerakan membran, pemisahan dan fusi dalam sistem membran ( jaringan cytocavitary )
Ada hubungan bentuk RE dengan fungsi RE dalam sel pada bentuk RE lamelar banyak terdapat ribosom oleh karena itu berperan dalam sintesis protein sedangkan bentuk vesikular dan tubular tidak terdapat ribosom berperan dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel.
7. a. Badan golgi sering mempunyai polaritas. Sifat ini berkaitan dengan struktur dan fungsinya!
Jawab :
Badan golgi mempunyai polaritas yaitu badan golgi mempunyai morfologi yang berkutub karena badan golgi mempunyai dua sisi, sisi yang cembung dan sisi yang cekung. Bagian badan golgi yang cembung ( comveks ) yang menghadap RE disebut permukaan luar ( forming face ) dan bagian yang cekung ( conkav ) disebut permukaan dalam ( maturing face ) yang menghadap ke permukaan sel. Selama sekresi materi yang dibentuk di RE bergerak melalui badan golgi dari permukaaan luar ke permukaan dalam dan kemudian ke gelembung-gelembung sekresi lalu menuju membran plasma untuk dikeluarkan dari sel.

Gambar Badan Golgi

b. Sebutkan dan jelaskan fungsi badan golgi !
Jawab :
Fungsi Badan Golgi
a. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
b. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membrane plasma.
c. Membentuk dinding sel tumbuhan
Badan golgi memegang peranan penting dalam pembentukan materi dinding sel waktu terjadinya pembelahan sel dan pertumbuhan. Polisakarida untuk pembentukan matrik baru ditimbun pada badan golgi sebelum ditransfer ( dipindahkan ) menjadi dinding sel baru.
d. Biosinteis glikoprotein dan glikolipida
Glikoprotein merupakan bahan utama dalam sekresi berbagai kelenjar baik eksokrin maupun endokrin, sebagai substansi dasar intra selular dan merupakan komponen membran sel.
e. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
Perkembangan akrosom pada sel sperma merupakan keterlibatan badan golgi dalam pembentukan organel lain. Akrosom ialah struktur yang dibatasi oleh membran pada ujung sel. Akrosom berisi enzim hidrolitik yang umumnya berupa hialuronidasa yang berfungsi untuk memecahkan lapisan pelindung pada sel telur waktu pembuahan. Badan golgi membentuk gelembung-gelembung berisi enzim untuk membentuk akrosom.
f. Tempat untuk memodifikasi protein
Peleburan gelembung sekresi dengan membran plasma terutama untuk mengeluarkan kandungannya ke luar sel ditambahkan pada daerah [ermukaan membran. Sebelumnya, sering selama periode sekresi aktif, ada pertukaran sedikit pada daerah permukaan keseluruhan dari membran plasma. Demikian juga, meskipun endositosis berakibat pada internalisasi dari bagian membran plasma, nampaknya meraka menjadi tidak kehilangan daerah permukaan membran selama periode endositosis aktif. Ketetapan daerah permukaan membran pada akhirnya dipercaya akibat pada bagian dari pendaur ulang penyusun membran, karena itu beberapa komponen dan kelebihan membran dipindahkan melalui internalisasi. Di samping fungsinya yang penting dalam proliferasi (perkembangbiakan) penyusun membran plasma baru nampaknya apparatus Golgi terlibat dalam pendaur ulang atau penggunaan kembali dari bagian membran plasma itu yang masuk ke sitosol selama endositosit. Sebagai contoh, membran palsma dari sel-sel thyroid dapat ditandai dengan ferritin dan endositosit disebabkan oleh penambahan thryrotropin pada sel-sel. Segera mengikuti permulaan endositosis, ferritin nampak pada/ di endosom dan lisosom, tetapi dalam kurang lebih 30 menit dapat dideteksi pada cisterna Golgi. Penyusun membran masuk apparatus Golgi mengikuti endositosis mungkin diproses kembali dan digunakan pada sekresi, pembentukan lisosom atau perbaikan membran plasma itu sendiri.

g. Peleburan gelembung sekresi dengan membran plasma terutama untuk mengeluarkan kandungannya ke luar sel ditambahkan pada daerah permukaan membran. Sebelumnya, sering selama periode sekresi aktif, ada pertukaran sedikit pada daerah permukaan keseluruhan dari membran plasma. Demikian juga, meskipun endositosis berakibat pada internalisasi dari bagian membran plasma, nampaknya meraka menjadi tidak kehilangan daerah permukaan membran selama periode endositosis aktif. Ketetapan daerah permukaan membran pada akhirnya dipercaya akibat pada bagian dari pendaur ulang penyusun membran, karena itu beberapa komponen dan kelebihan membran dipindahkan melalui internalisasi. Di samping fungsinya yang penting dalam proliferasi (perkembangbiakan) penyusun membran plasma baru nampaknya apparatus Golgi terlibat dalam pendaur ulang atau penggunaan kembali dari bagian membran plasma itu yang masuk ke sitosol selama endositosit. Sebagai contoh, membran palsma dari sel-sel thyroid dapat ditandai dengan ferritin dan endositosit disebabkan oleh penambahan thryrotropin pada sel-sel. Segera mengikuti permulaan endositosis, ferritin nampak pada di endosom dan lisosom, tetapi dalam kurang lebih 30 menit dapat dideteksi pada cisterna Golgi. Penyusun membran masuk apparatus Golgi mengikuti endositosis mungkin diproses kembali dan digunakan pada sekresi, pembentukan lisosom atau perbaikan membran plasma itu sendiri.
h. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
i. Untuk membentuk lisosom
Enzim-enzim hidrolisa yang akan mengisi lisosom diproduksi dakam RE dialirka ke sisterna yang bedekatam dengan badan golgi. Kemudian menumpuk di ujung-ujungnya menbentuk kuncup dan gembungan. Gembungan yang berisi enzim ini kemudian menjadi vesikula. Vesikula bergabung denagn sesamanya membentuk sisterna badan golgi. Didalamnya, enzim – enzim diproses, dimatangkan, dan dialirkan ke bagian ujung-ujung sisterna srbelah atas dan membentuk kuncup dan menggembung, kemudian lepas menjadi vakuola-vakuola yang sudah terisi enzim-enzim hidrolisa yang disebut lisosom primer. jika lisosom primer bergabung dengan fagosom, yaitu vakuola yang terbentuk oleh phagositosis siatu zat atau bahan lain dari luar sel, maka akan menjadi lisosom seunder. didalam lisosom sekunder inilah terjadi pencernaan zat oleh tumbuhan.

8. Jelaskan bagaimana lisosom terbentuk dalam sel !
Jawab :
Pada pemnentukan lisosom terdapat dua teori. Salah satu teori mengatakan bahwa protein-protein hidrolitik dibuat oleh ribosom pada RE kasar yang disalurkan pada RE untuk disampaikan ke badan golgi. Pada waktu protein melalui badan golgi dari permukaan yang cembung ( permukaan luar ) ke permukaan yang cekung ( permukaan dalam sel ) terjadi pemprosesan dan akhirnya terbentuk lisosom primer.
Enzim lisosom adalah suatu protein yang diproduksi oleh ribosom dan kemudian masuk ke dalam RE. Dari RE enzim dimasukkan ke dalam membran kemudian dikeluarkan ke sitoplasma menjadi lisosom. Selain ini ada juga enzim yang dimasukkan terlebih dahulu ke dalam golgi. Oleh golgi, enzim itu dibungkus membran kemudian dilepaskan di dalam sitoplasma. Jadi proses pembentukan lisosom ada dua macam, pertama dibentuk langsung oleh RE dan kedua oleh golgi.

b. Sebutkan fungsi lisosom dalam sel ?
Jawab :
 Lisosom berfungsi untuk merusak/menghancurkan materi yang masuk ke dari luar sel. Beberapa organisme uniseluler mencerna partikel makanan yang kemudian dibongkar secara enzimatis di dalam lisosom, dan nutrisi hasil pencernaan akan dilepaskan ke dalam sitosol. Pada sel fagositik mamalia, seperti makrofag dan neutrofil, berfungsi untuk mencerna mikroorganisme berbahaya.
 Lisosom juga mempunyai peran dalam pergantian organel, yang mengatur perusakan serta penempatan organel sel itu sendiri, disebut autofagi.
c. Jelaskan bagaimana mekanisme pencernaan intrasel yang dilakukan oleh lisosom !
Jawab :






Pencernaan intra sel dari materi selular eksogen ( dari luar ) disebut heterofagi. Pencernaan intrasel terhadap materi sel endogen disebut otofagi. Pada sel fagositik mamalia, seperti makrofag dan neutrofil, berfungsi untuk mencerna mikroorganisme berbahaya. Pencernaan bakteri atau mikroorganisme tersebut diaktifkan pada pH rendah dari lisosom dan kemudian dicerna secara enzimatik.
Lisosom juga mempunyai peran dalam pergantian organel, yang mengatur perusakan serta penempatan organel sel itu sendiri, disebut autofagi. Selama proses ini berlangsung, sebuah organel seperti mitokondria akan diselubungi oleh membran ganda yang merupakan derivat dari sisterna RE. membran RE kemudian bergabung degan lisosom untuk membentuk autofagolisosom.
Ketika proses autofagolisosom selesai, organel yang dicerna dikeluarkan sebagai residual body. Berdasarkan tipe dari sel yang bersangkutan, isi dari residual body dikeluarkan dari dalam sel secara eksositosis atau disimpan di dalam sitoplasma disebut lipofuscin granulLipofuscin granule akan meningkat jumlahnya seiring penambahan umur sel.

9. Jelaskan bagaimana peroksisom dapat membantu sel dalam menetralisir suatu racun atau senyawa yang berbahaya !
Jawab :
Peroksisom terdiri dari satu atau lebih enzim yang menggunakan oksigen molekuler untuk mengubah atom hidrogen pada subtrat organik yang spesifik pada reaksi oksidasi yang menghasilkan hidrogen peroksida sebagai hasil samping.
Reaksi :
RH2 + O2→ R + H2O2
Katalase dengan enzim lain pada organel menggunakan H2O2 untuk mengoksidasi macam-macam subtrat lain termasuk fenol, asam formic, formaldehid, dan alkohol dengan reaksi perokdative. Tipe reaksi oksidasi ini secara khusus penting pada sel hati dan ginjal, yang mana peroksisom akan menetralkan molekul toksik yang akan masuk ke dalam aliran darah. Bila kita meminum athanol seperti alkohol maka ini akan dioksidasi menjadi asetaldehid. Ketika terdapat kelebihan akumulasi H2O2 dalam sel, maka katalase akan mengubahnya menjadi H2O ( 2H2O2 → 2H2O + O2).

10. a. Apa yang dimaksud dengan daur glikolat ?
Jawab :
Daur glikolat ialah urutan reaksi kimia yang terjadi pada peroksisom, yaitu daur yang mempunyai hubungan dengan daur karbon pada kloroplas. Daur ini merupakan daur reaksi kimia yang melibatkan kloroplas, peroksisom, mithokondria dan sitosol untuk mengubah persenyawaan yang tak mengandung fosfat ( monofosfatilated ) menjadi glisin, serin dan persenyawaan C1. Ketiga persenyawaan ini penting sebagai bahan dalam biosintesis asan nukleat.
Dur glikolat dimulai pada kloroplas yaitu tempat dibuatnya fosfogglikolat, glikolat dan fosfogliserat dengan proses fotosintesis. Kloroplas mempunyai fosfotasa yang dapat melepaskan fosfat dari fosfogliserat dan fosfoglikolat untuk menghasilkan glikolat.
Glikolat meninggalkan kloroplas diangkut ke peroksisom. Di dalam peroksisom, glikolat dioksidasi menjadi glikosilat. Glikosilat akan diubah menjadi serin atau kembali masuk ke kloroplas. Kembalinya glikosilat ke kloroplas merupakan daur tambahan yang diduga untuk menghilangkan NADPH yang dihasilkan dalam fotosintesis.
NADPH direoksidasi di dalam kloroplas dengan suatu mekanisme yang tidak menghasilkan H2O2 sebab di dalam kloroplas tidak ada katalasa. Sebaliknya H2O2 terbentuk di peroksisom sebab pada peroksisom terdapat katalasa.
Glisin dari peroksisom pada mitokondria diubah menjadi serin. Serin diangkut kembali ke peroksisom yang kemudian dideaminasi menjadi oksalat kemudian direduksi menjadi gliserat. Gliserat ditranspor lagi ke kloroplas untuk difosforilasi menjadi fosfogliserat kembali.

b. Apa fungsi dari daur glikolat ?
Jawab :
a. Mengubah lemak menjadi gula. Proses perubahan tersebut menghasilkan energi yang diperlukan bagi perkecambahan.
b. Mengubah persenyawaan yang tak mengandung fosfat ( monofosfatilated ) menjadi glisin, serin dan persenyawaan C1, sebagai bahan dalam biosintesis asan nukleat.
c. Membebaskan CO2 dari organ yang berwarna hijau karena pengaruh cahaya.
d. Menghasilkan NADPH

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS